Senin, 23 Desember 2013

belajar dari kesalahan


Kesalahan Bukan Untuk Disesali ,,,,,,,,,,,,,
Tanpa Berusaha dan Mencari Solusi,,,,,,,,,,,,,
Tetapi Kesalahan Adalah 
TEGURAN ,,,,,,,,,,,,,,
Agar Kamu Belajar Lagi...

Sabtu, 21 Desember 2013

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

"TUJUH KEISTIMEWAAN SHOLAT SHUBUH"

Bagaimnakah kabar Sholat Shubuh kita? Semoga kita tetap istiqamah untuk selalu menunaikannya. Karena faktanya, Sholat Shubuh merupakan waktu yang paling berat bagi kebanyakan dari kita sebagaimana sabda Nabi :

"Sesungguhnya shalat yang paling berat dilaksanakan oleh orang-orang munafik adalah shalat isya dan shalat subuh. Sekiranya mereka mengetahui keutamaan keduanya, niscaya mereka akan mendatanginya sekalipun dengan merangkak."
(H.R. Bukhari no. 657 - Muslim no. 651)

Lantas kenapa sebagian dari kita merasa begitu malas untuk mendirikannya? Apa penyebabnya?

"Syetan mengikat tengkuk setiap orang diantara kalian dengan tiga ikatan ketika kalian tidur. Setiap ikatannya ditiupkanlah bisikannya (kepada yang tidur itu), "Bagimu malam yang panjang, tidurlah dengan nyenyak." Maka apabila ia bangun dan menyebut nama Allah, maka terlepaslah satu ikatan. Kemudian apabila ia berwudhu, terlepaslah satu ikatan lagi. Dan kemudian apabila ia sholat, maka terlepaslah ikatan yang terakhir." Maka ia memulai pagi hari dalam keadaan segar dan bersih jiwanya. Jika tidak , maka ia memulai rpagi hari dalam keadaan kotor jiwanya dan malas." (Muttafaqun 'Alaih).

:: BEBERAPA KEISTIMEWAAN SHOLAT SHUBUH ::

1. MENJADI PENGHALANG MASUK NERAKA

Rasulullah Salallahu 'Alaihi Wa Ssalam bersabda :
"Tidaklah akan masuk neraka orang yang melaksanakan shalat sebelum terbitnya matahari (yaitu shalat shubuh) dan shalat sebelum tenggelamnya matahari (yaitu shalat ashar)." (H.R. Muslim no. 634)

2. JAMINAN MASUK SURGA

Rasulullah Salallahu 'Alaihi Wa Ssalam bersabda :
"Barangsiapa yang mengerjakan shalat bardain (yaitu shalat shubuh dan ashar) maka dia akan masuk surga." (H.R. Bukhari no. 574 - Muslim no. 635)

3. DAPAT PAHALA SEPERTI SHOLAT SEMALAMAN

Rasulullah Salallahu 'Alaihi Wa Ssalam bersabda :
Barangsiapa yang shalat isya' berjamaah maka seolah-olah dia telah shalat malam selama separuh malam. Dan barangsiapa yang shalat shubuh berjamaah maka seolah-olah dia telah shalat seluruh malamnya." (H.R. Muslim no. 656)

4. MENDAPAT JAMINAN KESELAMATAN

Rasulullah Salallahu 'Alaihi Wa Ssalam bersabda :
"Barangsiapa yang shalat subuh maka dia berada dalam jaminan Allah. Oleh karena itu jangan sampai Allah menuntut sesuatu kepada kalian dari jaminan-Nya. Karena siapa yang Allah menuntutnya dengan sesuatu dari jaminan-Nya, maka Allah pasti akan menemukannya, dan akan menelungkupkannya di atas wajahnya dalam neraka jahannam." (H.R. Muslim no. 163)

5. BERCAHAYA DI HARI KIAMAT

Rasulullah Salallahu 'Alaihi Wa Ssalam bersabda :
"Berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang banyak berjalan dalam kegelapan (Isya' dan Shubuh) menuju Masjid, dengan cahaya yang sangat terang pada hari Kiamat kelak." (H.R. Ibnu Majah - Tirmidzi)

6. LEBIH BAIK DARI DUNIA DAN ISINYA

Rasulullah Salallahu 'Alaihi Wa Ssalam bersabda :
"Dua rakaat shalat shubuh itu lebih baik dari dunia beserta isinya." (H.R. Muslim - Ahmad)

7. PARA MALAIKAT MENYAKSIKAN

ALLAH SUBHANAHU WA TA'ALA berfirman :

"Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) Shubuh. Sesungguhnya shalat Shubuh tu disaksikan (oleh malaikat)." (Q.S. Al-Isra' 78)

Rasulullah Salallahu 'Alaihi Wa Ssalam bersabda :
"Dan para malaikat malam dan malaikat siang berkumpul pada shalat fajar (subuh)." (H.R. Bukhari no. 137 - Muslim no. 632)

SubhanAllah..
Begitu banyak keistimewaan yang tersembunyi dibalik shalat shubuh. Sungguh merugilah kita yang telah sengaja meninggalkan serta melalaikannya.

Semoga kita tetap menjadi Umat Nabi Muhammad Salallahu 'Alaihi Wa Ssalam yang senantiasa istiqamah dalam melaksanakannya. Niscaya kita akan termasuk golongan orang-orang yang beruntung di dunia juga di akhirat kelak. InsyaAllah.

Aamiin Ya Rabbal 'Aalamiin.

Rabu, 11 Desember 2013

MENGURAI BENANG KUSUT DUNIA PENDIDIKAN

Mengurai Benang Kusut Dunia Pendidikan Berbicara pendidikan di Indonesia, seakan membicarakan setumpuk masalah yang tiada berujung apalagi bertepi, tujuan umum pendidikan yang mencerdaskan kehidupan bangsa, rasanya kian jauh panggang dari api,sekumpulan kelompok masyarakat yang mempertanyakan apakah pendidikan di Indonesia berujung kesejahteraan ataukah kemelaratan. Hal ini kedengaran agak berlebihan kalau kita kaji lebih jauh meminjam bait lagunya Ebit G Ade, berapa banyak masyarakat yang menjual asetnya untuk menyekolahkan anaknya sampai pada level perguruan tinggi yang berakhir pada pengangguran karena minimnya lapangan kerja, disamping kurang adanya link and match antara jurusan dengan kebutuhan lapangan kerja. Pada kenyataan lain output pendidikan dasar dan menengah kita banyak belum memahami dasar-dasar keilmuan, mereka lebih mengerti bahasa gaul dari pada bahsa resmi, lebih pandai menulis SMS daripada menulis indah di papan tulis. Gambaran lain dari potret dunia pendidikan kita yaitu perubahan kurikulum yang kalau penulis cermati sudah 10 an kali gonta ganti kurikulum, sampai sekarang pendidikan kita masih compang camping karena sering terjadi perubahan kurikulum, setiap pergantian menteri maka pasti terjadi perubahan yang buntutnya malah membuat bingung para pelaku pendidikan , peserta didik yang menjadi object pendidikan bingung dengan gurunnya dan sang guru bingung dengan kurikulumnya sang kepala sekolah serba salah dengan pengawas karena sebagian pengawas non kependidikan, seakan jabatan pengawas itu adalah setara dengan jabatan politik yang sarat dengan unsur like and dislike, sering kali sang penentu kebijakan dibenturkan dengan persoalan-persoalan non kependidikan yang menuai puncak kebingungan ini adalah pelaku teknis dilapangan yaitu “Guru” Perubahan kurikulum dari tahun ke tahun merupakan kebijakan yang diambil pemerintah. Alasan pemerintah melakukan perubahan kurikulum pendidikan yang baru adalah untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Akan tetapi tujuan dari pemerintah tidak selalu sejalan dengan kenyataan di lapangan. Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Prof Dr Nanang Fattah mengatakan, pemerintah jangan banyak melakukan perubahan. Terlalu sering melakukan perubahan kurikulum pendidikan dinilai kurang efektif dan efisien. Beliau mengatakan bahwa prubahan kurikulum yang terlalu sering dinilai kurang efektif dan efisien bagi pendidikan Indonesia Kurikulum seharusnya tidak boleh berubah, ibaratnya pejabat berikutnya tinggal melanjutkan apa yang telah ditinggalkan oleh pendahulunya, tapi mungkin karena rasa gengsi yang salah kaprah dari beliaunya sehingga agak malu hati jika tidak melakukan perubahan alias ingin disebut meninggalkan jasa kelak, dan inilah kenyataannya. Penulis menyadari memang tidak mudah untuk mengurai benang kusut pendidikan di Indonesia, karena umur pendidikan ini sama denagn umur bangsa dan negara ini, yang senantiasa mengalami pasng surut dari era perjuangan kemerdekaan, kemerdekaan, kebangkitan bangsa, orde lama, orde baru, masa transisi, era millenium, hingga era globalisasi yang kesemuanya itu menyisakan kenangan tersendiri bagi sejarah bangsa kita. Perseolan klasik yang sering muncul misalnya kurikulum pendidikan, secara natural perkembangan manusia membutuhkan instrumen baru untuk mendampingi oerubahan tersebut, namun seringkali instrumen kurikulum dalam pendidikan kita terkesan bersifat trail and error, belum lagi selesai sosialisasi kurikulum KBK sudah diperkenalkan kurikulum KTSP, begitu juga kurikulum KTSP belum begitu bisa diserap apalagi sampai tingkat memahami sudah datang kurikulum pengganti yaitu “Kurikulum 2013” Seharusnya sebuah kurikulum dipatenkan selama beberapa lama agar dapat dilihat hasil dari pembelajaran tersebut, jika kita melihat ke negara lain yang lebih maju, mereka memiliki SDM yang bagus, itu karena siswa mereka tidak dibuat bingung bahkan guru. Oleh perubahan yang begitu cepat, kurikulum yang lama belum terserap langsung sudah terganti. Hal ini akan terjadi pemborosan termasuk untuk mencetak buku-buku yang akhirnya tidak terpakai dan mengadakan pelatihan tentang kurikulum sebelumnya, padahal seharusnya dapat digunakan untuk membiayai bidang-bidang lain dalam sektor pendidikan. Intinya adalah segala hal yang mengenai pendidikan tidak boleh lagi bersifat akomodtif kekuasaan ansich, namun mutlak harus menjunjung tinggi prinsip-prinsip profesionalisme dan keterbukaan untuk kepentingan yang lebih besar yaitu “ mencerdaskan kehidupan bangsa “ semoga dengan semangat ini benang kusut pendidikan dapat terurai . Semoga

oleh saudariku :